This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Isnin, 9 Mei 2011
pertumbuhan fisik dan perkembangan intelek
Pertumbuhan fisik dan Perkembangan Intelek
A. Pertumbuhan fisik
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi : perubahan ukuran, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamini yang utama (primer) dan cirri kelamin kedua (sekunder). Menurut Muss yang dikutip oleh Sarlito Wirawan (Sarlito, 1991:51) urutan perubahan fisik adalah :
Pada anak perempuan
1. Pertumbuhan tulang menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang.
2. Pertumbuhan payudara.
3. Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan.
4. Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya.
5. Bulu kemaluan menjadi keriting.
6. Menstruasi atau haid.
7. Tumbuh bulu-bulu ketiak
Pada anak laki-laki
1. Pertumbuhan tulang-tulang.
2. Testis membesar.
3. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap.
4. Awal perubahan suara.
5. Ejakulasi.
6. Bulu kemaluan menjadi keriting.
7. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya.
8. Tumbuh rambut-rambut halus di wajah.
9. Tumbuh bulu ketiak.
10. Akhir perubahan suara.
11. Rambut-rambut wajah bertambah tebal dan gelap.
12. Tumbuh bulu di dada.
a) Penyebab Perubahan
Penyebab perubahan pada masa remaja adalah dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endokrin. Kelenjar pituitary yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang di duga erat ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormone pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh. Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan terjadi pada masa remaja ialah :
1. Pertumbuhan ukuran tubuh.
2. Perubahan proporsi tubuh.
3. Ciri kelamin yang utama.
4. Ciri kelamin kedua.
Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi tiga hal, yaitu :
(i) Percepatan pertumbuhan
Masa dan proses pertumbuhan tidak sama bagi semua remaja. Banyak factor individual mempengaruhi jalannya pertumbuhan ini. Sehingga baik awal maupun akhir prosesnya terjadi secara berbeda. Perbedaan individual tentang pertumbuhan tampak dalam perbedaan awal percepatan dan cepatnya pertumbuhan.
a. Bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berkisar antara 10,5 tahun dan 16 tahun.
b. Bagi remaja perempuan permulaan percepatan pertumbuhan berkisar antara 7.5 tahun dan 11,5 tahun.
(ii) Proses kematangan seksual.
Ada tiga kriteria yang membedakan anak laki-laki daripada anak perempuan, yaitu hal :
(1) Kriteria kematangan seksual
Kriteria kematangan seksual tampak lebih jelas pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Menarche atau menstruasi pertama sebagai tanda permulaan pubertas. Menarche merupakan ukuran yang baik karena hal itu menentukan salah satu ciri kematangan seksual yang pokok yaitu disposisi untuk konsepsi (kehamilan) dan melahirkan. Disamping itu menarche juga merupakan manifestasi yang jelas meskipun pada permulaannya terjadi pendarahan yang sedikit. Kriteria laki-laki dengan ejakulasi.
(2) Permulaan kematangan seksual, dan
Permulaan kematangan seksual pada anak perempuan pada umur 10 sampai 16,5 tahun. Pada anak laki-laki kurang lebih umur 14 tahun. Namun ejakulasi pertama mendahului puncak percepatan perkembangan, tetapi dala air mani baru terdapat sedikit sperma.
(3) Urutan gejala-gejala kematangan.
Pada anak perempuan kematangan dimulai dengan suatu tanda kelamin sekunder dengan tumbuhnya buah dada. Pada anak laki-laki kematangan dimulai dengan pertumbuhan testis dimulai pada umur 9,5 dan 13,5 tahun dan di akhiri antara 13,5 dan 17 tahun dan jakun pada usia 15-16 tahun.
(iii) Keanekaragaman Perubahan Proporsi Tubuh
Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekar, beratm dan segitiga). Sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorph (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
Kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak antara lain yaitu :
1. Pengaruh Keluarga, meliputi factor keturunan maupun factor lingkungan.
2. Pengaruh Gizi, gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang memperoleh gizi.
3. Gangguan Emosional, anak-anak terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan.
4. Jenis Kelamin, anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada nak perempuan.
5. Status Sosial Ekonomi, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status social ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daropada anak yang berasal dari keluarga yang status social ekonominya tinggi.
6. Kesehatan, anak-anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit.
b) Perkembangan Intelek
1. Pengertian intelek dan intelegensi
Menurut Singgih Gunarsa dalam bukunya Psikologi Remaja (1991), intelegensi merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memungkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul. Intelegensi adalah suatu bentuk tingkah laku tertentu yang tampil dalam kelancaran tingkah laku.
Pengukuran tingkat intelegensi dalam bentuk perbandingan ini di ajukan oleh William Stern (1871-1938), seorang ahli jiwa berkebangsaan Jerman, dengan sebutan Intelligence Quetient yang disingkat IQ artinya perbandingan kecerdasan. Rumus perhitungan yang di ajukan adalah :
IQ = MA X 100
CA
Ket : MA : umur kecerdasan
CA : umur kalender
2. Hubungan antara Intelek dan Tingkah Laku
Kemampuan abstraksi mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa dengan keadaan bagaimana alam pikirannya. Situasi ini akhirnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa. Di samping itu pengaruh egosentris masih terlihat pada pikirannya.
3. Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja
Intelegensi pada masa remaja tidak mudah di ukur, karena tidak mudah terlihat perubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. Pada awal masa remaja, kira-kira pada umur 12 tahun anak berada pada masa yang disebut “masa operasi formal” (berpikir abstrak). Pada masa ini remaja telah berpikir dengan mempertimbangkan hal yang mungkin di samoing hal yag nyata/real (Gleitman, 1986:475-476). Pada usia remaja ini anak sudah dapat berpikir abstrak dan hipotek. Dalam berpikir operasional formal mempunyai 2 sifat penting yaitu :
a. Sifat Deduktif Hipotesis
Dalam menyelesaikan suatu masalah, seorang remaja akan mengawalinya dengan pemikiran teoritik.
b. Berpikir Operasional juga Berpikir Kombinatoris
Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara bagaimana melakukan analisis. Misalnya anak diberi lima buah gelas berisi cairan tertentu. Suatu kombinasi cairan ini membuat cairan tadi berubah warna. Anak diminta untuk mencari kombinasi ini.
4. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Intelek
Pandangan pertama yang mengakui bahwa intelegensi itu adalah bakat dinamakan aliran Nativisme, sedangkan pandangan kedua dipengaruhi lingkungan dinamakan aliran Empirisme.
Menurut Andi Mappiare (1982:80) hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain :
1) Bertambahnya informasi yang disimpan seseorang sehingga ia mampu berpikir reflektif.
2) Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berpikir proporsional.
3) Adanya kebebasan berpikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis.
Tiga kondisi di atas sesuai dengan dasar-dasar teori Piaget mengenai perkembangan intelegensi yakni :
1) Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis.
2) Bertambahnya usia menyebabkan berkembangnya struktur intelegensi baru, sehingga pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif.
a. Peranan pengalaman dari sekolah terhadap intelegensi.
b. Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan intelegensi.
5. Perkembangan Individu dalam Kemampuan dan Perkembangan Intelek
Seperti diketahui, manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, juga tentang intelegensinya. Intelegensi itu sendiri oleh David Wechler (1958) didefinisikan sebagai “keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengelola dan menguasai lingkungan secara efektif”.
6. Usaha-Usaha salam Membantu Mengembangkan Intelek Remaja dalam Proses Pembelajaran.
Menurut Piaget sebagian besar anak usia remaja mampu memahami konsep-konsep abstrak dalam batas-batas tertentu. Menurut Brunner, siswa pada usia ini belajar menggunakan bentuk-bentuk simbol dengan cara yang makin tinggi. Guru dapat membantu mereka melakukan hal ini dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses (discovery approach) dan dengan memberi penekanan pada penguasaan konsep-konsep dan abstraksi-abstraksi.
DAFTAR PUSTAKA
Sunarto dan hartono, Agung. Perkembangan Peserta didik (Pertumbuhan Dan Perkembangan remaja). Jakarta : Rineka Cipta, 1995
pengembangan KTSP
MENGEMBANGKAN KTSP
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen, yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai factor yang mempengaruhinya.
A. Pengembangan Kurikulum
1. Pengembangan kurikulum tingkat nasional
Kurikulum tingkat nasional dikembangkan dengan memperhatikan konteks pendidikan pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah, baik secara vertical maupun horizontal dalam rangka merealisasikan tujuan pendidikan nasional, sesuai dengan landasan spiritual, filosofis, sosiologia, dan psikologis dengan memperhatikan standar nasional pendidikan.
Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan.Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan pembelajaran yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan, termasuk pendidikan keluarga (UUSPN.
Pengembangan kurikulum secara vertical berkaitan dengan kontinuitas antara berbagai jenjang pendidikan (pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi).Sedangkan secara horizontal berkaitan dengan keselarasan antar berbagai jenis pendidikan dalam berbagai jenjang.
2. Pengembangan KTSP
Pada tingkat ini dibahas pengembangan kurikulum untuk setiap satuan pendidikan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain:
a. Menganalisis, dan mengembangkan standar kompetensi lulusan (SKL), dan standar isi (SI).
b. Merumuskan visi dan misi serta merumuskan tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
c. Berdasarkan SKL, standar isi, visi, dan misi, serta tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan di atas.
d. Mengembangkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga kependidikan (guru dan non guru) sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan, dengan berpedoman pada standar tenaga kependidikan yang ditetapkan BSNP.
e. Mengidentifkasi fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk memberi kemudahan belajar, sesuai dengan standar sarana dan pra sarana pendidikan yang ditetapkan BSNP.
3. Pengembangan silabus
Pada tingkat ini dilakukan pengembangan silabus untuk setiap bidang studi pada berbagai satuan pendidikan. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
a. Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar serta tujuan setiap bidang studi.
b. Mengembangkan kompetensi dasar dan materi standar yang diperlukan dalam pembelajaran.
c. Mendeskripsikan kompetensi dasar serta mengelompokkannya sesuai dengan ruang lingkup dan urutannya.
d. Mengembangkan indicator untuk setiap kompetensi serta kriteria pencapaiannya, dan mengelompokkannya sesuai dengan ranah pengetahuan, pemahaman, kemampuan (keterampilan), nilai, dan sikap.
e. Mengembangkan instrument penilaian yang sesuai dengan indicator pencapaian kompetensi.
4. Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran
Berdasarkan standar kompetensi dan standar isi dalam silabus yang telah diidentifikasi dan di urutkan sesuai dengan tingkat pencapaiannya pada setiap bidang studi selanjutnya dikembangkan program-program pembelajaran.Kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat ini adalah menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau persiapan mengajar.
5. Kurikulum actual (pelaksanaan pembelajaran)
Kurikulum actual atau pelaksanaan pembelajaran adalah interaksi antara peserta didik dengan guru dan lingkungan pembelajaran dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bagaimanapun bagusnya suatu kurikulum maka aktualisasinya sangakt ditentukan oleh profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.
B. Prinsip-prinsip pengembangan KTSP
Kurikulum tingkat satuan pendidikan-pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP, dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut (PERMENDIKNAS, No 22 Thn 2006).
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulumdikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YMS, berahlak mulia, sehat, berilmu, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Beragam dab terpandu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status social ekonomi dan gender.
3. Tanggap etrhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat da nisi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Subsitansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum di arahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, informar dan non formal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan global, nasional dan local
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global, nasional dan local untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kepentingan global, nasional, dan local harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan perkembangan era globalisasi dengan tetap berpegang pada motto bhineka tunggal ika.
C. Strategi pengembangan KTSP
Terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP, terutama:
1. Sosialisasi KTSP di sekolah
Pertama yang harus diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP adalah mensosialisasikan KTSP terhadap seluruh warga sekolah, bahkan terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik. Sosialisasi ini penting, terutama agar seluruh warga sekolah mengenal dan memahami visi dan misi sekolah, serta KTSP yang akan dikembangkan dan dilaksanakan.
Sosialisasi bisa dilakukan langsung oleh kepala sekolah apabila yang bersangkutan sudah mengenal dan cukup memahaminya. Sosilaisai perlu dilakukan secara matang kepada berbagai pihak agar dapat dipahami dan diterapkan secara optimal, karena sosialisasi merupakan langkah penting yang akan menunjang dan menentukan keberhasilan KTSP.
2. Menciptakan suasana yang kondusif
Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan tertib, optimism dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah, serta kegiatan-kegiatan yang terpusat pada peserta didik merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangan belajar. Iklim belajar yang kondisif merupakan tulang punggung dan factor pendorong yang dapat membersihkan daya tarik tersendiri bagi proses belajar.
Sebaliknya iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan: seperti sarana, laboratorium, pengaturan lingkungan, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan guru dan diantara para peserta didik itu sendiri, serta penataan organisasi dan bahan pembelajaran secara tepat, sesuai dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik iklim belajar yang kondusif antara lain dapat dikembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai beikut:
a. Menyediakan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran.
b. Memberikan pembelajaran remedial bagi para peserta didik yang kurang berprestasi, atau berprestasi rendah.
c. Mengembangkan organisasi kelas yang efektif ,menarik ,nyaman ,dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal .
d. Menciptakan kerja sama saling menghargai, baik antar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.
e. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran.
f. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator, dan sebagai sumber belajar.
g. Mengembangkan system evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri sendiri (self evaluations).
3. Menyiapkan sumber belajar
Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP di sekolah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar, dan perpustakaan serta tenaga pengelola yang professional. Sumber belajar tersebut perlu didayagunakan seoptimal mungkin, dipelihara, dan disimpan dengan sebaik-baiknya.Dalam pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit.Pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar, misalnya memanfaatkan batu-batuan, tanah, tumbuh-tumbuhan, keadaan alam, pasar, kondisi social, ekonomi, dan budaya kehidupan yang berkembang di masyarakat.
4. Membina disiplin
Membina disiplin bertujuan untuk membantu peserta didik menemukan diri, dan mencegah timbulnya problem-problem disiplin, serta berusaha menciptakan sitiuasi yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajar, sehingga mereka mentaati segala peraturan yang ditetapkan.
Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dalam membina disiplin di sekolah, sebagai berikut:
a. Konsep diri (self-concept); strategi ini menekankan bahwa konsep-konsep diri masing-masing individu merupakan factor penting dari setiap perilaku.
b. Keterampilan berkomunikasi (communication skills); dalam strategi ini guru harus memiliki keterampilan komunikasi yang efektif agar mampu mendorong timbulnya kepatuhan peserta didik.
c. Konsekuensi-konsekuensi logis dan alami (natural and logical consequences); hal ini mendorong munculnya perilaku-perilaku yang salah terjadi karena peserta didik telah mengembangkan kepercayaan yang salah terhadap dirinya.
d. Klarifikasi nilai (values clarification); strategi ini dilakukan untuk membantu peserta didik dalam menjawab pertanyaannya sendiri tentang nilai-nilai dan membentuk system nilainya sendiri.
e. Analisis transaksional (transactional analysis); strategi ini menyarankan agar guru belajar sebagai orang dewasa, terutama apabila berhadapan dengan peserta didik yang menghadapi masalah.
f. Terapi realitas (reality therapy); sekolah harus berupaya mengurangi kegagalan dan meningkatkan keterlibatan.
g. Disiplin yang terintegrasi (assertive discipline); metode ini menekankan pengendalian penuh oleh guru untuk mengembangkan dan mempertahankan peraturan
Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Memberikan tugas yang jelas, dapat dipahami, sederhana dan tidak bertele-tele.
- Berbuat sesuatu yang berbeda dan bervariasi, jangan menonton, sehingga membantu disiplin dan gairah belajar peserta didik.
- Membuat peraturan yang jelas dan tegas agar bias dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik dan lingkungannya.
5. Mengembangkan Kemandirian Kepala Sekolah
Kemadirian kepala sekolah merupakan salah satu factor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang akan dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, dalam pengembangan KTSP diperlukan kepala sekolah yang mandiri, dan professional dengan kemampuan manajemen serta kepemimpinan yang tangguh, agar mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan mutu sekolah.
6. Membangun Karakteristik Guru
Guru merupakan factor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Dalam kerangkan inilah perlunya membangun guru, agar mereka mampu menjadi fasilitator, dan mitra belajar bagi peserta didikya.Sehubungan dengan itu, untuk mengembangkan KTSP perlu membangun karakter guru, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Agar guru mampu memerankan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran, terdapat beberapa hal yang harus dipahami dari peserta didik yaitu kemampuan potensi, minat dan kegiatannya disekolah. Sehingga dalam pembelajaran harus berusaha untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengurangi metode ceramah
b. Memberikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik.
c. Mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap anak bekerja dengan kemampuan masing-masing pada setiap pelajaran.
Agar KTSP dapat dikembangkan secara efektif, serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, guru perlu memiliki hal-hal berikut:
a. Menguasai dan memahami kompetensi dasar dan hubungannya dengan kompetensi lain dengan baik.
b. Menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi.
c. Memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan dan prestasinya.
7. Memberdayakan Staf
Dalam hal ini.Peningkatan produktivitas dan prestasi kerja dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku staf di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep dan teknik manajemen personalia modern.Manajemen staf di sekolah harus ditujukan untuk memberdayakan staf secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.Sehubungan dengan itu, fungsi manajemen staf di sekolah yang harus dilakukan kepala sekolah adalah menarik, mengembangkan, mengaji dan memotivasi staf guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
Pelaksanaan manajemen staf di Indonesia sedikitnya mencakup tujuh kegiatan utama, yaitu perencanaan, pengadaan, pembinaan dan pengembangna, promosi dan mutasi, pemberhentian, kompensasi dan penilaian. Pemberdayaan staf dalam kaitannya dengan pengembangan KTSP dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Dalam kaitannya dengan kesejahteraan staf, perlu di upayakan hal-hal seperti gaji staf perlu senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan diri dan keluarganya.
b. Pendidikan prajabatan perlu memperhatikan hal-hal seperti pendidikan tenaga kependidikan perlu dipersiapkan secara matang melalui system pendidikan yang bermutu.
c. Rekrutmen dan penempatan taf perlu memperhatikan hal-hal seperti rekrutmen staf harus berdasarkan seleksi yang mengutamakan kualitas.
d. Peningkatan kualitas staf perlu memperhatikan hal-hal seperti perlu senantiasa dilakukan peningkatan kemampuan staf agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.
e. Pengembangan karier tenaga kependidikan perlu memperhatikan hal-hal seperti pengangkatan seseorang dalam jabatan tenaga kependidikan harus dilakukan melalui seleksi yang ketat, adil dan transparan, dengan mengutamakan kapasitas kepemimpinan yang bersangkutan.


12:26 PTG
muhammad ali syahbana