Rabu, 22 Jun 2011

Contoh Hasil Observasi

A. Kegiatan Observasi
Mengamati siswa kelas XI di SMAN 1 Martapura pada Mata Pelajaran B. Indonesia yang diajarkan oleh Ibu Yunis Bonizar S. Pd. Setelah saya melakukan observasi di sekolah SMAN 1 Martapura saya dapat menyimpulkan bahwa guru yang mengajar di sekolah SMAN 1 Martapura menggunakan dan menrapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dimana ketika seorang guru akan memulai suatu pengajaran, terlebih dahulu dia menyusun silabus kemudian dikembangkan menjadi RPP yang bertujuan untuk mengatur bagaimana proses pembalajaran dapat berjalan dengan efektif sesuai dengan hasil akhir yang akan dicapai dan diinginkan.
Dengan menggunakan kurikulum KTSP seorang guru mampu merencanakan, melaksanakan dan menilai kurikulum serta hasil belajar peserta didik dalam menvapai standar kompetensi, kompetensi dasar sebagai cermin penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari. Oleh karena itu, peserta didik perlu mengetahui kriteria pencapaian kompetensi yang akan dijadikan standar penilaian hasil belajar, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi, sebagai prasyarat melanjutkan penguasaan kompetensi berikutnya. Kriteria tersebut biasanya dikembangkan berdasarkan tujuan dan indikator kompetensi dasar yang harus dikuasai.
B. Permasalahan Yang Ada Di Dalam Pembelajaran
Pada hakikatnya pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berahlak mulia, berilmu, cakap, kreatid dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Itulah tujuan pendidikan nasional yang sebenarnya.
Karena kurikulum KTSP mampu mengemban bagaimana hakikat tujuan pendidikan nasional sebenarnya. Pasti semua sekolah di seluruh indonesia menerapkan kurikulum KTSP di sekolahnya . Begitupun dengan sekolah SMAN 1 Martapura yang telah saya observasi, sekolah ini menerapkan kurikulum KTSP di setiap kegiatan belajar mengajaranya.
Walaupun semua sekolah menerapkan kurikulum KTSP, tetapi di dalam pelaksanaannya pada saat kegiatan belajar mengajar masih ada saja seorang guru yang kesulitan dalam menerapkan kurikulum KTSP dalam kegiatan belajar mengajarnya. Contoh kasus yang saya observasi di sekolah ini, seorang guru sudah benar-benar merencanakan kurikulum KTSP dalam kegiatan belajar mengajarnya, akan tetapi ketika pada saat pelaksanaannya kegiatan kurikulum KTSP tidak berjalan efektif sesuai dengan keinginannya. Seperti ketika pembagian waktu dalam mengajar, menilai bahkan memberikan tugas. Guru tersebut kadang merasa kesulitan karena waktu yang telah ditetapkan tidak sesuai dengan hasil belajar yang ingin dicapai.

0 komentar:

Catat Ulasan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons